Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Gubernur Ingatkan Potensi Bencana Marapi Masih Ada

83
×

Gubernur Ingatkan Potensi Bencana Marapi Masih Ada

Sebarkan artikel ini
Salah satu dari ratusan rumah warga yang rusak akibat galodo dan banjir lahar dingin di Kabupaten Tanah Datar.(prokopim tnd(
Example 468x60

PADANG, potretkita.id – Potensi bencana akibat aktivitas Gunung Marapi masih ada, terutam banjir lahar dingin, sebagai sudah dua kali terjadi.

Untuk itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat sekitar daerah aliran sungai yang berdekatan dengan Gunung Marapi untuk tetap waspada.

Menurutnya, berdasarkan pantauan drone Balai Wilayah Sungai Sumatera V, terdapat penumpukan material sisa erupsi dalam jumlah besar di lereng Gunung Marapi.

Ketika intensitas hujan tinggi, material itu bisa turun seketika, sehingga berpotensi menyebabkan banjir bandang susulan.

“Masyarakat kita minta tetap waspada sebab potensi bencana susulan itu masih ada,” tegas Mahyeldi di Padang, sebagaimana diberitakan infopublik.id yang diakses Sabtu (18/5) pahi.

READ  Semalaman Gunung Marapi Erupsi Beberapa Kali

Untuk menyikapi hal tersebut, pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tengah berupaya untuk memitigasi potensi tersebut, salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca.

Kepala UPTD PSDA Wilayah Utara Sumbar Hendry Yuliandra, menyebut hamparan material sisa erupsi tersebut, berada sekitar 3 kilometer di atas pemukiman penduduk di Jorong Pagu-Pagu, Kenagarian Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

“Pembersihan tidak bisa dilakukan, karena alat berat kita tidak bisa naik, kecuramannya tajam,” ungkap Hendry.

Disebutkannya, jalur itu merupakan hulu dari sungai yang bermuara ke Batang Anai. Dengan itu, potensi banjir bandang melewati Lembah Anai bisa kembali terjadi.

READ  Bantuan untuk Korban Galodo Masih Berdatangan

“Ini muaranya juga Batang Anai, kalau material itu disiram hujan lebat, bisa memicu banjir bandang lagi,” tambahnya.

Untuk memitigasi potensi tersebut, BMKG dan BNPB menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah langit Sumatera Barat.

Tujuannya adalah untuk menyemai awan hujan sebelum memasuki wilayah bencana. Sebanyak 15 ton garam disiapkan untuk disemai dalam tiga sorti penerbangan setiap hari selama beberapa hari ke depan.

Operasi TMC merupakan cara modifikasi cuaca dengan menabur zat NaCl di langit menggunakan pesawat, yang dianggap paling efektif untuk mengendalikan potensi awan hujan.

Dengan langkah ini, diharapkan potensi banjir bandang susulan dapat diminimalisir.(*/edi)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *