Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITANasional

Indonesia Dapat Kuota 221 Ribu Orang untuk Haji 2025

245
×

Indonesia Dapat Kuota 221 Ribu Orang untuk Haji 2025

Sebarkan artikel ini
Jamaah haji saat berada di hadapan Ka;'bah.(kemenang)
Example 468x60

JAKARTA, potretkita.id – Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan, Indonesia mendapatkan kuota sebesar 221 ribu jemaah untuk pemberangkatan haji 2025.

Kepastian ini diperoleh, setelah Menag menghadiri acara Tasyakuran Penutupan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H, dan Pemberian Kuota 1446 H yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Mekah.

Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan delegasi haji dari berbagai negara. Menag Yaqut didampingi oleh Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, dan sejumlah pejabat.

“Malam ini saya menghadiri Haflul Hajji Al-Khitamy, semacam malam tasyakuran atas selesainya penyelenggaraan ibadah haji 1445 H. Saya mendapat informasi dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji ‘Ayed Al Ghuwainim, Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 H/2025 M,” jelas Menag Yaqut.

Gus Men, panggilan akrab Menag, mengapresiasi Kemenhaj Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Hal ini, menurutnya, akan mempercepat proses persiapan penyelenggaraan haji.

READ  Upacara Kenagaraan Lepas Mendiang Baskami Ginting

“Apresiasi juga atas ketegasan otoritas Saudi dalam menerapkan aturan terkait visa haji dan visa nonhaji,” tambahnya, dirilis infopublik.id, Rabu (19/6).

Menag menilai penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M berjalan sukses dengan beberapa indikator.

Pertama, pelayanan jemaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kuota jemaah haji reguler sebanyak 213.320 jemaah terserap optimal, dengan hanya menyisakan 45 jemaah yang tidak bisa digantikan, karena proses pemvisaan sudah ditutup.

Kedua, pelayanan jemaah baik di Madinah maupun Makkah berjalan lancar, dengan layanan katering, transportasi, akomodasi, pelindungan jemaah, dan bimbingan ibadah.

Ketiga, proses puncak haji berjalan lancar. Usaha mitigasi yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama otoritas Saudi, berhasil memperlancar pergerakan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.

Meskipun ada beberapa dinamika di Mina yang perlu dievaluasi, Menag mengakui bahwa wilayah Mina memiliki keterbatasan ruang dengan kuota 213.320 jemaah, yang menyediakan ruang kurang dari 0,8 meter persegi per orang.

READ  Sebanyak 290 Orang Pemancing Jajal Danau Toba

“Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan,” katanya.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam dua tahun terakhir, menggelar Haflul Hajji Al-Khitamy setiap tanggal 12 Zulhijjah, hari saat jemaah haji yang mengambil Nafar Awal telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel di Makkah.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah mengatakan, kesuksesan haji adalah hasil kerja sama Kantor Urusan Haji (KUH) dari berbagai negara, dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

“Penerapan Kartu Nusuk berjalan sukses, membantu membedakan antara jemaah haji resmi dan tidak resmi, serta memudahkan akses Masyair bagi para konsul haji,” katanya.(infopublik)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *