Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Letusan Marapi Hari ini Capai Ketinggian Dua Kilometer

650
×

Letusan Marapi Hari ini Capai Ketinggian Dua Kilometer

Sebarkan artikel ini
Gunung Marapi sedang meletus.(ist)
Example 468x60

PADANG PANJANG, potretkitga.id – Setelah terpantau melandai dalam beberapa hari ini, Kamis (30/5) pukul 13.04 WIB, Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali meletus.

“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada hari Kamis, 30 Mei 2024, pukul 13:04 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar dua ribu meter di atas puncak atau 4891 meter di atas permukaan laut,” tulis Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi Bukittinggi, Moh Nurul Asrori.

Menurut Asrori, pada laman Magma Indonesia, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Saat berita ini dirilis, erupsi masih berlangsung.

Dari sisi kegempaan, tercatat bahwa pukul 06.00-12.00 WIB hanya ada satu kali gempa tremor menerus. Pada periode sebelumnya (00.00-06.00 WIB), tercatat tiga kali gempa hembusan, satu kali gempa tektonik lokal, dua kali gempa tektonik jauh, dan satu kali gempa tremor menerus.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menempatkan Gunung Marapi pada Status Level III atau Siaga sejak 9 Januari 2024 pukul 18.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah monitoring dan evaluasi visual serta instrumental menunjukkan aktivitas gunung yang masih fluktuatif.

READ  Puluhan Kerajinan Unggulan Sumut Tampil di Inacraft 2024

Rekomendasi PVMBG Terkait Status Level III

1. Penutupan Wilayah Radius 4,5 Km dari Pusat Erupsi

Masyarakat di sekitar Gunung Marapi, para pendaki, pengunjung, dan wisatawan diminta untuk tidak memasuki atau melakukan kegiatan di dalam radius 4,5 km dari pusat erupsi, yaitu Kawah Verbeek.

2. Waspada Potensi Bahaya Lahar

Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama selama musim hujan.

3. Penggunaan Masker dan Perlengkapan Pelindung

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA). Kacamata dan pakaian pelindung kulit juga disarankan. Selain itu, penting untuk mengamankan sumber air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik untuk mencegah kerusakan.

READ  Gunung Marapi Tetap Siaga

4. Menjaga Kondusivitas dan Menghindari Hoaks

Seluruh pihak diminta menjaga suasana kondusif di masyarakat dengan tidak menyebarkan informasi palsu atau hoaks yang dapat memicu kepanikan. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

5. Koordinasi antara Pemerintah Daerah dan PVMBG

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta untuk selalu berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

6. Memantau Informasi Melalui Aplikasi dan Media Sosial

Masyarakat, instansi pemerintah, dan pihak terkait disarankan untuk memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi terkait Gunung Marapi melalui aplikasi Magma Indonesia, website Magma Indonesia, serta akun media sosial PVMBG di Facebook, Twitter, dan Instagram.

Dengan tetap waspada dan mengikuti rekomendasi dari PVMBG, diharapkan masyarakat dapat mengantisipasi dampak dari erupsi Gunung Marapi dan menjaga keselamatan bersama. (Musriadi Musanif)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *