Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Modifikasi Cuaca di Daerah Galodo Berlanjut

62
×

Modifikasi Cuaca di Daerah Galodo Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Kepala BNPB berdiskusi dengan Bupati Tanah Datar soal penerapan teknologi modifikasi cuaca. (prokopim tnd)
Example 468x60

TANAH DATAR, potretkita.id – Penerapan Teknologi Modifikasi di daerah terdampak galodo dan banjir lahar dingin berlanjut. Paling tidak hingga 24 Mei 2024.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa dalam empat hari ke depan, pihaknya akan terus melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hujan di sekitar Gunung Marapi, sehingga tim gabungan dapat memaksimalkan pembersihan material di 18 aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi.

“Sampai tanggal 24 Mei ini, kita akan tetap menerapkan TMC supaya tidak terjadi hujan di sekitar Gunung Marapi, sehingga tim gabungan bisa memaksimalkan pembersihan material di 18 aliran sungai berhulu di Gunung Marapi,” ujarnya, di Posko Bencana di Manunggal Lima Kaum.

READ  70 PNS Pemkab Simalungun Dilantik jadi Pejabat

Suharyanto menjelaskan, BNPB telah memetakan titik-titik potensi bencana, dan menggabungkannya dalam sebuah peta risiko bencana yang sedang disusun, dan akan dibagikan kepada Pemerintah Daerah.
“Pemetaan yang telah kami lakukan melalui pemantauan udara dan darat nantinya diharapkan menjadi rujukan bagi Pemerintah Daerah untuk pembangunan rumah-rumah masyarakat di sepanjang bantaran aliran sungai, sehingga ke depan masyarakat akan lebih aman,” tambahnya.

Memasuki hari ke-10 pasca bencana, Suharyanto memastikan bahwa pencarian korban akan terus dilakukan sampai ditemukan atau pihak keluarga sudah mengikhlaskan sanak familinya tidak dicari lagi.

“Untuk 10 korban hilang, akan terus dilakukan pencarian sampai beberapa waktu ke depan. Sedangkan pengungsi secara bertahap sudah berkurang di beberapa posko pengungsian dan kondisi logistik untuk tiga bulan ke depan terpantau mencukupi,” katanya.

READ  Pimpinan Muhammadiyah Pabasko Kini Diketuai Musriadi Musanif

Di tempat terpisah, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa saat ini korban meninggal dunia sebanyak 32 orang dan masih ada 10 orang yang hilang.

“Kita terus melanjutkan pencarian korban yang masih hilang, dengan menurunkan 200 personil gabungan yang dibagi pada enam sektor. Kita bahkan juga menurunkan alat rafting untuk menyisir sungai-sungai, bahkan sampai ke sungai di Kabupaten Sijunjung,” jelasnya.(*/mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *