Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Tanah Datar Punya Roadmap Pengendalian Inflasi

475
×

Tanah Datar Punya Roadmap Pengendalian Inflasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Eka Putra saat mengikuti zoom meeting.(ist)
Example 468x60

TANAH DATAR, potretkita.id – Keindahan alam dan kesuburan tanah yang luar biasa di Kabupaten Tanah Datar, merupakan salah satu nikmat Allah.

Dengan potensi alam tersebut, pemerintah daerah memanfaatkannya untuk melakukan berbagai inovasi guna kesejahteraan masyarakat yang mayoritas bergerak di sektor pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, dalam Zoom meeting bersama Bank Indonesia (BI), terkait prestasi TPID Award 2024 yang diraih Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Kamis (27/6/2024) di Indojolito Batusangkar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tanah Datar menjadi yang terbaik di wilayah Sumatera.

“Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah non-IHK dan mempunyai lahan pertanian yang luas, yaitu 63.630 hektar,” katanya.

Menurutnya, sebagai daerah penghasil komoditi penyumbang inflasi seperti beras, cabai merah, bawang merah, telur ayam, dan tomat, sektor pertanian memiliki peranan penting terhadap perekonomian di Kabupaten Tanah Datar.

READ  Banjir Lahar Dingin Terjang Beberapa Nagari di Tanah Datar

Lebih lanjut, Eka menjelaskan, pemerintah Tanah Datar telah menetapkan roadmap pengendalian inflasi daerah, sebagai pedoman dalam mengambil langkah-langkah, untuk mendukung tercapainya sasaran pengendalian inflasi, melalui strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Kabupaten Tanah Datar telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan untuk pengendalian inflasi, di antaranya gerakan tanam tanaman cepat panen, sidak pasar, kerjasama antar daerah, operasi pasar, dan peningkatan koordinasi antar TPID,” sebutnya.

Untuk pengendalian inflasi pangan terutama beras, Eka mengatakan, telah dilaksanakan program unggulan bajak sawah gratis, asuransi tani padi, asuransi ternak sapi dan kerbau, serta perbaikan jaringan irigasi.

Juga dilakukan pemberian bantuan bajak sawah gratis telah meringankan biaya produksi bagi petani sebesar Rp 1.800.000 per hektar, dan pemanfaatan teknologi hulu-hilir telah mampu meningkatkan produktivitas padi menjadi 5,75 ton per hektar.

READ  Gunung Ruang Kembali Naik Status ke Awas

“Dengan adanya asuransi usaha tani padi, dapat meringankan beban petani jika terjadi gagal panen,” terangnya.

Sementara itu, Pimpinan BI Perwakilan Sumbar Irfan S. menyampaikan, pihaknya akan tetap berkomitmen dan bekerjasama dengan pemerintah daerah, untuk mendukung penuh inovasi yang dilaksanakan dalam rangka menekan angka inflasi.

“BI komit dan mendukung sepenuhnya kerjasama dengan pemerintah daerah Tanah Datar. Semoga pasca bencana, Tanah Datar kembali bangkit dan pulih,” ucapnya.(*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *