Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumatera

Tim Setwapres Kunjungi Bosar Maligas Urusan Stunting

230
×

Tim Setwapres Kunjungi Bosar Maligas Urusan Stunting

Sebarkan artikel ini
Suasana kunker dari Setwapres RI di Kabupaten Simalungun,(ist)
Example 468x60

SIMALUNGUN, potretkita.id – Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI, kunjungi Kecamatan Bosar Maligas.

Sasaran kunjungan kerja (kunker) itu adalah Posyandu Anggrek. Kunjungan ini dipimpin oleh Adilah Palupi, Analis Madya Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pengembangan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Rabu (26/6/2024).

Kehadiran Tim Setwapres RI disambut kader posyandu dan masyarakat, terutama para ibu yang memiliki anak balita.

Mereka berkumpul untuk melakukan pengecekan fisik terkait penanganan stunting, termasuk pengukuran lingkar kepala, penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Adilah menyampaikan, kehadiran pihaknya bertujuan melihat langsung pelaksanaan intervensi percepatan penurunan stunting.

Hasil dari kunjungan ini, katanya, akan menjadi bahan laporan yang akan disampaikan kepada Wakil Presiden RI dan kementerian-kementerian terkait, khususnya Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

READ  Warga Nagori Bosi Sinombah Dapat Layanan Adminduk

Hal ini dilakukan demi suksesnya program Presiden dalam penurunan stunting di Indonesia, yang bertujuan untuk menciptakan generasi unggul di tahun 2024.

Adilah menyatakan, kegiatan proses intervensi penurunan stunting di Simalungun dilakukan secara maksimal, sehingga angka stunting dapat ditekan.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut, Hamid Rizal, yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan ada tiga sasaran penting yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.

“Yakni menyasar ibu hamil, balita, dan calon pengantin. Untuk ibu hamil, kami mengharapkan keluarga mendukung kesehatan dari ibu hamil tersebut,” ujar Hamid.

Untuk balita, Hamid mengimbau agar kader Posyandu di Nagori (desa) Teladan memperhatikan fase usia 0 sampai 6 bulan. “Ini sangat riskan, mohon diperhatikan dengan memberikan ASI eksklusif,” tandas Hamid.

READ  Satgas Penanggulangan Bencana Nagari Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Menyoal pasangan suami istri, Hamid mengatakan Dinkes Sumut telah berkoordinasi dengan pihak Kemenag.

“Kami ingin mengetahui status kesehatan dan fisik calon pengantin. Kami terus bekerja sama dengan KUA dan tokoh agama-agama lainnya di bawah Kanwil Kemenag Sumut,” sebutnya, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Simalungun, diakses pada Sabtu (29/6).

Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu hamil, balita, dan calon pengantin dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan unggul.(edi)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *