Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumatera

Banjir Rendam Warga Kota Sungai Penuh

153
×

Banjir Rendam Warga Kota Sungai Penuh

Sebarkan artikel ini
Sebuah rumah di Kota Sungai Penuh, terendam banjir. Penghuninya terpaksa mengungsi.(ist)
Example 468x60

SUNGAI PENUH, potretkita.id – Hujan lebat berkepanjangan di daerah hulu, khususnya di Siulak Kabupaten Kerinci, menyebabkan rumah-rumah waga Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, terendam banjir.

“Ini sudah hari ketujuh. Kepungan banjir sangat luar biasa. Tingginya mencapai tiga meter. Ada rumah warga yang hanya atap saja yang nampak, bagian bawahnya terendam,” ujar Kasman Katik Sulaiman, salah seorang warga, Jumat (5/1/2024) pagi.

Menurutnya, rumah warga yang terendam yang menyebabkan terhentinya segala aktifitas itu tersebar di Kecamatan Hamparan Rawang, Koto Baru, Tanah Kampung, dan Kumun Debai.

Mengingat dahyatnya rendaman air yang menggenangi kota itu, sebagian besar harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Akibatnya, warga pun mengalami kesulitan logistik, baik berupa tenda maupun bahan pangan dan obat-obatan.

READ  Pemotongan Hewan Kurban di Agam Menurun

Selain harus mengungsi, ujarnya, warga pun mengalami kesulitan mengungsikan hewan ternak. Posko-posko darurat, imbuhnya, terlihat berdiri di daerah-daerah ketinggian.

“Berdasarkan cerita para tetua, ini adalah banjir terdahsyat yang pernah melanda Sungai Penuh. Sebelumnya tidak seperti ini, kendati ada juga banjir di beberapa titik,” tegasnya.

Kasman mengatakan, masyarakat saat ini sangat membutuhkan bantuan sembako dan air bersih. LazisMu setempat sudah mengirimkan bantuan makanan, tapi kesulitan karena keterbatasan perahu karet mendistribusikannya.

Menurut Ketua LazisMu M. Hariya Toni, banyak warga yang terjebak di titik-titik terkepung banjir, sehingga untuk menjangkaunya harus menggunakan perahu karet atau berenang.

“Nasi bungkus sudah kita drop untuk mengatasi keadaan darurat. Tapi jumlahnya tentu jauh dari mecukupi. Karena ini kebutuhan rutin setiap hari, kami berharap bantuan dari para donatur. Bukan saja nasi bungkus, tetapi juga obat-obatan, pakaian, dan keperluan balita,” tuturnya.(kasman)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *