Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
POLITIK

Gubernur Pastikan Adanya Pendampingan bagi Pemilih Difabel

157
×

Gubernur Pastikan Adanya Pendampingan bagi Pemilih Difabel

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Buya H. Mahyeldi Ansharullah.(ist)
Example 468x60

PADANG, potretkita.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya H. Mahyeldi Ansharullah, bersama jajarannya di Pemerintah Provinsi Sumbar, terus berupaya mendukung peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu serentak 2024.

Salah satu upaya konkret yang dilakukan, ujarnya, adalah mendampingi anak-anak difabel penyandang tunarungu di Sumbar yang terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT). Komitmen ini disampaikan Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernur Sumbar, Ahad (11/02/2024).

Informasi yang diperoleh, sebanyak 18 difabel tunarungu yang tinggal di Panti Sosial Bina Grahita (PSBG) Harapan Ibu Kota Padang, dipastikan terdaftar sebagai pemilih tetap dan berhak untuk memilih pada Pemilu 2024.

“Kami menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar, dalam mendukung tercapainya target partisipasi pemilih pada Pemilu 2024, dengan mendampingi 18 anak difabel yang tinggal di PSBG untuk mencoblos,” katanya.

READ  Semua yang Cinta Indonesia Harus Ikut Perang Melawan Disinformasi

Selain itu, imbauan untuk menunaikan hak pilih terus disuarakan oleh pemerintah dalam berbagai kesempatan, termasuk saat digelarnya Tablig Akbar dan Doa Bersama oleh KPU Sumbar, dalam rangka menyambut perhelatan Pemilu 2024 yang akan mencapai puncaknya pada 14 Februari mendatang.

Terkait pendampingan bagi penghuni panti, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PSBG Harapan Ibu Sayarni menjelaskan, dari total 100 penghuni PSBG Harapan Ibu, 18 di antaranya telah memenuhi syarat sebagai pemilih, karena telah berusia 17 tahun atau lebih.

Menurut data dari KPU, 18 penyandang tunagrahita tersebut, masuk dalam kategori pemilih disabilitas intelektual. Mereka akan menyalurkan hak pilihnya di TPS terdekat dari tempat tinggal mereka.

READ  Sejumlah APK Menelan Korban Nyawa

Saryani juga menjelaskan tentang pentingnya sosialisasi pemilu, kepada anak-anak tunagrahita yang memiliki hak pilih. Meskipun pihaknya telah menerima sosialisasi dari KPU Padang sebelumnya, namun sosialisasi tersebut masih terbatas pada pengurus di panti.

Anak-anak difabel yang memiliki hak pilih sendiri, belum mendapatkan sosialisasi teknis tentang proses pencoblosan dari KPU.

“Anak-anak ini membutuhkan bimbingan tentang cara mencoblos. Jika mereka tidak dikenalkan dengan teknis memilih, mereka akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu, kami akan memberikan bimbingan kepada mereka,” ujarnya.

Demikian dikutip dari pemberitaan Biro Adpim Setdaprov Sumbar, sebagaimana dirilis pada akun @Humas.Sumbar.(*/mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *