Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITANasional

Ini yang Terjadi Terkait Ulat Bulu Mematikan

191
×

Ini yang Terjadi Terkait Ulat Bulu Mematikan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi dari kemkominfo.go.id
Example 468x60

JAKARTA, potretkita.id – Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan klaim di media sosial bahwa ulat berbulu dapat menyebabkan kematian dalam waktu empat jam setelah menyuntikkan racunnya.

Namun, Kementerian Kesehatan Indonesia membantah klaim tersebut sebagai hoaks.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan M. Syahril, dalam keterangan resmi yang dirilis di laman infopublik.id pada Rabu (28/2), menegaskan bahwa meskipun ulat berbulu memang memiliki racun, tidak ada fakta yang mendukung klaim, ulat tersebut dapat membunuh manusia. “Hoaks itu,” tegasnya.

Syahril juga memberikan penjelasan terkait langkah-langkah yang harus diambil jika seseorang terkena sengatan ulat berbulu.

Pertama, mencuci area tubuh yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengurangi rasa sakit. Disarankan juga untuk menggunakan krim anti-gatal jika sengatan mulai terasa gatal.

READ  Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Permakanan dan Bibit Ikan

“Jika terjadi alergi terhadap gigitan serangga, atau jika gejala terasa lebih parah, segera berkonsultasi dengan dokter,” tambahnya.

Fakta sebenarnya adalah ulat yang dimaksud adalah puss caterpillar atau ulat kucing, juga dikenal sebagai ulat asp, yang banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat.

Ulat ini memiliki panjang sekitar satu inci dan ditutupi oleh bulu berwarna abu-abu dan oranye. Kelenjar racun ulat ini terletak di dasar tubuh dan tersembunyi di antara bulu-bulunya yang lebat.

Meskipun demikian, reaksi terhadap sengatan ulat ini dapat bervariasi pada setiap individu. Sengatan ulat ini hanya berpotensi berbahaya bagi orang yang memiliki reaksi ekstrem terhadap gigitan serangga.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya dan selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama terkait dengan kesehatan dan keselamatan diri. (infopublik.id)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *