Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

MDMC Sumbar Bagikan Nasi Bungkus, Kapolres Temukan Fakta Penyebab Banjir

111
×

MDMC Sumbar Bagikan Nasi Bungkus, Kapolres Temukan Fakta Penyebab Banjir

Sebarkan artikel ini
Kapolres Dharmasraya mengamati saluran air yang rusak, pascabanjir dan tanah longsor di Kecamatan Timpeh.(humasres dmr)
Example 468x60

PULAU PUNJUNG, potretkita.id – Kapolres Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, AkBP Nurhadiansyah, menemukan fakta penyebab banjir di daerah itu, di antaranya banyak pelepah kelapa sawit yang menyumbat saluran air.

Sementara iru, para relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama LazisMu Sumbar, terus berupaya memberdayakan warga yang terdampak banjir, di antaranya dengan cara membagikan nasi bungkus.

“Kita bagikan nasi bungkus untuk warga terdampak. Ini adalah upaya taktis, memenuhi kebutuhan warga dalam keadaan darurat. Fokus kita di Kampung Surau dan Lubuk Bulang, Kecamatan Pulau Punjung. Tim kita juga membagikan kebutuhan darurat lainnya,” ujar Ketua MDMC Sumbar Portito.

Dia pun berharap dukungan dari keluarga besar Muhammadiyah, Aisyiyah, dan para donatur untuk turut membantu para korban. Untuk menjangkau para korban, sebutnya, para relawan siap mendistribusikannya ke daerah-daerah yang sulit akses akibat bencana itu.

READ  Hujan Deras, Sejumlah Titik Jalan Menuju Batusangkar Ditutupi Longsor

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Ketua DPRD Pariyanto, Kapolres AKBP Nurhadiansyah, dan jajaran Forkopimda juga terlihat turun ke lapangan membantu para korban.

Di Nagari Taratak Tinggi Kecamatan Timpeh, rombongan berupaya memotivasi para warga agar tidak larut dalam bencana.

Sebagaimana diberitakan, dampak tingginya curah hujan beberapa hari terakhir menyebabkan pemukiman dataran rendah Dharmaseraya mengalami banjir dan longsor.

Kapolres didampingi Kasat Binmas Akp Azriman, Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Marbawi, meminta agar mengevaluasi kerusakan, dan memastikan langkah-langkah penanganan yang tepat.

Rombongan menemukan, banyak pelepah sawit yang hanyut menjadi penyumbat saluran air, mengakibatkan air meluap ke jalan dan terjadinya longsor. Kapolres dan Forkopimda bersama masyarakat setempat pun mengupayakan membersihkan jalan yang terkena dampak longsor.

READ  Simalungun Siapkan Pospam Nataru di Titik-titik Rawan

Meski upaya pembersihan sudah dilakukan, namun nampaknya masih diperlukan bantuan alat berat, untuk menimbun jalan yang rusak akibat bencana alam ini.

“Tingginya curah hujan dan pelepah sawit yang menyumbat saluran air, menjadi faktor utama dalam kejadian ini. Kerjasama semua pihak dalam menanggapi cepat bencana alam ini,” ujar Kapolres, dikutip dari humas.polri.go.id yang diakses pada Kami (4/1/2024).

Kapolres menyebut, pihaknya mengajak semua pihak berkoordinasi dengan baik, dan upaya bersama melakukan usaha memulihkan kondisi.(*/mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *