Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITANasional

110 Rumah di Garut Rusak Akibat Gempa M6,5

422
×

110 Rumah di Garut Rusak Akibat Gempa M6,5

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD menunjukkan dinding bangunan yang rusak akibat gempa M6,5 di Garut.(infopublik)
Example 468x60

GARUT, potretkita.id – Kerugian materil yang diakibatkan oleh gempa berkekuatan Magnitudo 6,5 (update M6,2), yang mengguncang wilayah Kabupaten Garut mengalami peningkatan.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Ahad (28/4/2024) pukul 14.00 WIB, total rumah yang terdampak mencapai 110 unit, naik dari yang sebelumnya hanya 27 unit.

Rincian berdasarkan tingkat kerusakan meliputi 3 unit rumah rusak berat (RB), 21 unit rumah rusak sedang (RS), 34 unit rumah rusak ringan (RR), 11 unit rumah terdampak, dan 41 unit rumah rusak.

Kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Garut dengan 41 unit rumah, diikuti oleh Kabupaten Bandung dengan 24 unit rumah, Kabupaten Sukabumi 17 unit rumah, Kabupaten Tasikmalaya 7 unit rumah, dan Kota Tasikmalaya 5 unit rumah.

Selain kerusakan pada tempat tinggal, gempa ini juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik seperti tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan sarana kesehatan atau rumah sakit.

READ  29 Provinsi di Indonesia Masih Berpotensi Hujan Lebat

Jumlah korban jiwa juga mengalami penambahan. Korban luka akibat gempa mencapai 8 orang, sementara 75 kepala keluarga (KK) terdampak, naik dari sebelumnya hanya 27 KK.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan BPBD kabupaten dan kota yang terdampak, terus melakukan pendataan dan penilaian cepat terhadap kerusakan serta penyelamatan warga.

Daerah terdampak gempa termasuk Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, dan Kota Banjar.

Meskipun kerusakan materil meningkat, BPBD Provinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa kondisi saat ini cenderung lebih terkendali setelah gempa terjadi.

Setelah pendataan dan kaji cepat rampung, BPBD Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota berencana melakukan perbaikan fasilitas umum, pembersihan material akibat gempa, serta perbaikan rumah warga.

READ  Cuaca Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Kabupaten Garut dengan pusat gempa di laut pada kedalaman 70 kilometer, dan parameter 8,42 LS serta 107,26 BT.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak, akibat gempa dan memastikan keamanan bangunan sebelum kembali ke rumah masing-masing.(infopublik.id)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *