Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DestinasiTOUR

Destinasi Wisata Syariah itu Bernama Masjid Raya Sumbar

319
×

Destinasi Wisata Syariah itu Bernama Masjid Raya Sumbar

Sebarkan artikel ini
Masjid Raya Sumbar.(wikipedia.org)
Example 468x60

PADANG, potretkita.id – Tanah Minangkabau yang kini berada di Provinsi Sumatera Barat, kian mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata syariah. Kawasan Masjid Raya Sumbar yang megah itu, diresmikan sebagai pusat adat pembelajaran ABS-SBK.

ABS-SBK adalah filosofis masyarakat Minangkabau. Singkatan dari Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kini, Masjid Raya Sumbar dinobatkan sebagai masjid dengan arsitektur terbaik di dunia ini, dijadikan sebagai pusat pembelajaran bagi jemaah, mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum yang ingin belajar mengenai keagamaan dan adat budaya Minangkabau.

Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansharullah sudah merebutkan sebutan itu, Rabu (28/12), sebagaimana dirilis Dinas Kominfotik Sumbar yang diakses dan dikutip pada Kamis (29/12/2022).

Berbeda dengan peresmian ABS-SBK sebagai pusat pembelajaran sebelumnya, kali ini peresmian ditandai dengan berbagai peresmian lainnya yang menunjang kualitas pembelajaran ABS-SBK agar lebih baik lagi, antara lain Pojok Edukasi dan Literasi Perbankan Syariah, Pojok Informasi Halal, Layanan Kesehatan dan ambulan gratis, Zona KHAS (Kuliner Halal Aman dan Sehat), Galeri Matrilineal di Gedung Bundo Kanduang, serta Galeri Niniak Mamak di Gedung LKAAM.

READ  Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 Berakhir

Buya Mahyeldi mengatakan, sebuah kebanggaan memiliki Mesjid Raya Sumatera Barat sebagai ikon wilayah Ranah Minang. Untuk mendukung hal itu, Pemprov Sumbar telah melakukan kajian bersama Kerajaan Arab Saudi mengenai sister province.

“Alhamdulillah saat ini kita juga punya Gedung Bundo Kanduang dan gedung LKKAM, kedepannya rencananya kita akan bangun gedung MUI disini,” ujar Gubernur.

Pemerintah provinsi melakukan pembenahan di Masjid Raya Sumbar, terutama untuk kebersihan dan keamanan lingkungan. Melalui kegiatan ini, langkah awal pembenahan sudah dilakukan dengan meresmikan beberapa kegiatan pembelajaran ABS-SBK.

“Disamping itu, suatu keuntungan bagi Masjid Raya Sumbar menjadi salah satu desain terbaik di dunia. Karena itu, Pemprov Sumbar berupaya tidak hanya untuk menjadikan masjid raya sebagai tempat ibadah saja namun juga pariwisata syariah,” kata Gubernur.

Selain itu, gubernur mengharapkan masyarakat bisa menerapkan karakter masyarakat yang selalu beribadah tepat waktu juga mengingat filsafat ‘Adat basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah’. Oleh Karena itu, masjid ini dijadikan sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat.

READ  Festival Tambua Tasa di Sungai Pua Sedot Perhatian

“Harapannya dengan ini bisa menyatukan seluruh potensi masyarakat dan juga berefek serta bersinergi dengan filsafat. Mudah-mudahan dengan launching Mesjid Raya Sumbar sebagai pusat kegiatan ABS-SBK, lebih konkret dengan UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang daerah Sumatera Barat yang berlandaskan adat dan falsafah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses kedepannya,” lanjut Gubernur.

Selain peresmian pusat kegiatan pengembangan, gubernur juga memberikan bantuan pendidikan kepada SMA, SMK, SLB di Sumbar dengan total lebih dari 12 miliar rupiah, serta bantuan kepada mahasiswa dengan total lebih dari 3 miliar rupiah.

Ketua Umum Masjid Raya Sumbar yang juga Sekertaris Daerah Provinsi Sumbar Hansasri menegaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai wujud implementasi untuk menjadikan mesjid raya sebagai pusat pembelajaran ABS-SBK di Sumbar. “Dan sebagai implementasi untuk menjadikan mesjid raya pusat kegiatan keagamaan, hari ini kita adakan pemberian bantuan,” ungkap Hansastri.(diskomonfotiksb; ed. mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *