Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Erupsi Gunung Marapi tak Berdampak Signifikan pada Warga

195
×

Erupsi Gunung Marapi tak Berdampak Signifikan pada Warga

Sebarkan artikel ini
Gunung Marapi saat erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik berwarna hitam pekat.(prokopim td)
Example 468x60

PADANG PANJANG, potretkita.id – Sepanjang Ahad (24/12), Kota Padang Panjang terlihat dipenuhi abu vulkanik. Jalanan, tanaman, dan atap rumah terlihat memutih.

Untunglah, sore hingga malamnya turun hujan lebat. Abu mulai hanyut, kendati banyak juga yang menumpuk seperti lumpur karena tidak sepenuhnya hanyut bersama air hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat Fajar Sukma mengatakan, erupsi Gunung Marapi tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat. Status Gunungapi Marapi juga masih bertahan di level II atau ‘waspada”’

“Belum ada dampak erupsi. Aktivitas masyarakat berjalan sebagaimana seperti biasanya. Status gunung masih bertahan di level II waspada,” jelas Fajar, sebagaimana dirilis infopublik.id, yang dikutip dan diakses pada Senin (25/12) pagi.

Dengan status waspada itu, ujarnya, masyarakat di sekitar Marapi dan pengunjung, wisatawan, dan pendaki diperintahkan tidak memasuki kawasan, dan dilarang melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Menurutnya, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi, agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama di saat musim hujan.

READ  Timsel Buka Pendaftaran Calon Anggota KPU Kota Padang

Selai itu, demi mencegah dan menghindari gangguan pernapasan (ISPA), maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik, maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung Marapi agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

“Jika terjadi hujan abu, agar mengamankan sarana air bersih, serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh. Semua pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” sebut Fajar.

Sementara itu, Setelah sempat menghentikan sementara aktivitas penerbangan, Ahad (24/12), Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman normal lagi.

Penutupan sementara BIM dilakukan Jumat (22/12) pukul 16.00-22.00 WIB, akibat sebaran abu vulkanik dikhawatirkan akan dapat membahayakan penerbangan. Abu vulkanik itu berasal dari erupsi Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Jaraknya dari BIM lebih dari 50 kilometer.

Direktur Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Putu menyatakan, berdasarkan perkembangan yang diolah melalui data satelit, maupun informasi dari tim gabungan di lapangan, sudah tidak ditemukan lagi adanya abu vulkanik, di seluruh wilayah jalur penerbangan pesawat yang akan menuju maupun lepas landas dari bandara BIM, termasuk faktor lain yang dapat mempengaruhi lalulintas penerbangan.

READ  Jalan Padang Panjang-Bukittinggi Retak di Kelok Antu

“Berdasarkan perkembangan terkini maka Bandara Internasional Minangkabau dibuka kembali (Resume Normal Operation) pada hari Sabtu, 23 Desember 2023 pukul 23:00 UTC atau 06:00 WIB, melalui NOTAM B2573/23 NOTAMC B2559/23,” kata Putu, dikutip dari laman berita pemerintah infopublik.id, Senin (25/12) pagi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara BIM melaporkan, terdapat abu vulkanik sebaran Gunung Marapi di BIM, karena tertiup angin dengan kecepatan permukaan 05 knot pada pukul 12.00 UTC.

Erupsi Gunungapi Marapi yang terjadi kemarin ditandai dengan keluarnya asap kawah berwarna putih-kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 300-500 di atas puncak kawah.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan Gunungapi Marapi kali ini terekam dengan amplitudo 30 milimeter (mm) dalam durasi 85 detik.(infopublik.id)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *