Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Gunung Marapi Tetap Siaga

73
×

Gunung Marapi Tetap Siaga

Sebarkan artikel ini
Erupsi Gunung Marapi yang terekam petugas dari Posko Batang Silasiah, Bukik Batabuah.(robert/informasi pb-td)
Example 468x60

PADANG PANJANG, potretkita.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melakukan evaluasi terhadap tingkat aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat.

Evaluasi yang dilakukan hingga 16 Januari 2024 mwenunjukkan, aktivitas gunung itu terbilang masih tinggi. Dengan demikian, statusnya tetap Level III atau Siaga. Hal itu diketahui dari surat PVMBG yang ditujukan ke sejumlah kepala daerah terdampak erupsi.

Dalam surat bernomor 101.Lap/GL.03/BGV/2024 tanggal 18 Januari 2024, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi hingga 16 Januari 2024, maka tingkat aktivitas Gunung Marapi tetap pada Level III atau Siaga.

Surat yang ditandatangani Kepala PVMBG Hendra Gunawan itu, ditujukan kepada Kepala BNPB, gubernur Sumbar, walikota Bukittinggi, walikota Padang Panjang, bupati Tanah Datar, dan bupati Agam.

Menurut PVMBG, aktivitas Gunung Marapi hingga saat ini terbilang masih tinggi. Sedangkan erupsinya bersifat magmatik. Erupsi Magmatik adalah aktivitas magma yang keluar ke permukaan bumi. Bahan hasil letusan berasal dari magma itu sendiri, baik piroklastik maupun aliran lava.

READ  Menyingkap Daerah-daerah Rawan Bencana Marapi

“Jika pasokan magma dari kedalaman masih berlangsung dan cenderung meningkat, maka erupsi dapat terjadi dengan energi yang lebih besar. Potensi ancamannya adalah lontaran batu vulkanik atau pasir. Sebaran abu vulkaniknya juga bisa menjadi lebih luas,” terangnya.

Dengan demikian, enam rekomendasi PVMBG kepada semua elemen masyarakat sekitar Gunung Marapi, para pendaki, pengunjung, dan wisatawan tetap seperti sebelumnya, yakni:

1. Masyarakat agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

2. Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunug Marapi, agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama di saat musim hujan.

3. Jika terjadi hujan abu, maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, penutup hidung dan mulut, untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

READ  Saksi dari Parpol Jangan Cuma Hadir Saat Pencoblosan

4. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

5. Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

6. Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi Gunung Marapi melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram).

PVMBG juga menyebut, pihaknya akan mengevaluasi aktivitas Gunung Marapi secara berkala, atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.(kiprahkita.com)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *