Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITANasional

Gunung Ruang Kembali Naik Status ke Awas

404
×

Gunung Ruang Kembali Naik Status ke Awas

Sebarkan artikel ini
Gunung Ruang sedang erupsi. PVMBG kembali menaikkan statusnya ke Level IV atau awas. (infopublik)
Example 468x60

JAKARTA, potretkita.id – Setelah sempat diturunkan ke Level III atau Siaga, sejak dinihari, sekira pukul 01.30 WITA, Selasa (30/4), status Gunung Ruang kembali naik ke Level IV atau Awas.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kembali menaikkan status yang terletak di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, karena aktivitasnya kembali meningkat.

Seperti dilansir laman Kementerian ESDM, peningkatan status ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas vulkanik, pada periode pengawasan Senin (29/4/2024) dari pukul 00.00 hingga 24.00 WITA. Tercatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah gempa vulkanik dalam.

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang, maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) mulai 30 April 2024 pukul 01.30 WITA,” ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid.

READ  Tim BNPB Survey Kawasan Banjir Lahar Marapi

Akibat peningkatan status ini, Wafid meminta masyarakat sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan untuk tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

Masyarakat yang bermukim di Pulau Tagulandang, khususnya di area dalam radius 6 km, diimbau segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Masyarakat di Pulau Tagulandang, terutama yang tinggal di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami yang dapat terjadi akibat material erupsi yang masuk ke laut atau runtuhnya tubuh gunungapi,” tambah Wafid.

Kepala PVMBG Hendra Gunawan menyebutkan, pada Senin (29/4/2024) dalam periode 00.00-24.00 WITA, terjadi 15 kali gempa Guguran, 237 kali gempa Vulkanik Dangkal, 425 kali gempa Vulkanik Dalam, 15 kali gempa Tektonik lokal, dan 6 kali gempa Tektonik Jauh.

READ  BMKG Pantau Muka Laut untuk Deteksi Dini Tsunami

“Peningkatan gempa, terutama gempa Vulkanik Dalam, mengindikasikan adanya proses peretakan batuan disertai migrasi magma dari reservoir dalam menuju ke permukaan,” jelas Hendra, sebagaimana diberitakan infopublik.id.

Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi erupsi eksplosif berselingan dengan erupsi efusif (aliran lava).

Aktivitas ini terlihat dari intensitas gempa yang terjadi mulai pukul 00.15 WITA hingga terjadinya erupsi pada pukul 01.15 WITA, dengan kolom erupsi setinggi 2.000 meter dan disertai suara gemuruh serta gempa terasa yang cukup intens hingga pukul 03:20 WITA.

Tim Tanggap Darurat Badan Geologi yang berada di Pos Pengamatan Gunung Ruang juga melaporkan suasana mencekam dengan suara gemuruh yang kuat, hujan batu di pos pengamatan, serta gempa yang masih terasa.

“Suasana mencekam, suara gemuruh terdengar, kaca gemetar, dan pemadaman listrik oleh PLN,” tutup Hendra.(infopublik.id)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *