Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
POLITIK

Pemilu Materialistik Ancam Kesehatan Jiwa

407
×

Pemilu Materialistik Ancam Kesehatan Jiwa

Sebarkan artikel ini
Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman.(ist)
Example 468x60

PEKALONGAN, potretkita.id – Pemilihan umum di Indonesia, seringkali menjadi ajang yang didominasi oleh praktik materialistik, meninggalkan dampak serius pada kesehatan jiwa dan spiritual masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman, dalam sebuah diskusi yang digelar pada Rabu (21/2) malam, di Masjid At Taqwa Pekajangan, Pekalongan.

Agus mengungkapkan, adanya tekanan untuk berkompetisi dalam konteks yang materialistik telah meningkatkan kerentanan psikologis para kontestan pemilu. Bukan hanya dari segi ekonomi, tetapi juga secara psikologis.

“Mereka menjadi terbebani oleh ekspektasi untuk memenuhi kebutuhan finansial dalam kampanye. Kemudian (kontestan pemilu) menjadi gila, karena sudah mengeluarkan banyak, membeli banyak, membayar banyak, tetapi suaranya tidak sesuai,” ungkapnya.

READ  Tembus Usia 111 Tahun tapi Muhammadiyah Menolak Tua

Dampak materialistik ini, imbuhnya, juga terlihat pada perilaku orang beragama. Agus menyoroti contoh, dimana seorang kontestan pemilu meminta kembali sumbangan, atau donasi yang telah diberikan ke masjid, setelah tidak terpilih dalam Pemilu 2024.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bagaimana praktek politik yang terfokus pada materi telah merusak nilai-nilai sosial dan spiritual. Fenomena ini, jelasnya, berpotensi meningkatkan gangguan jiwa di masyarakat.

Dia bahkan menyebutkan, beberapa rumah sakit jiwa milik pemerintah sudah disiapkan untuk menampung gangguan tersebut.

Sebagai seorang dokter, Agus menekankan pentingnya menjaga kesehatan jiwa, yang menurutnya merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan.

Sebagaimana diberitakan muhammadiyah.or.id, ia menjelaskan, kesehatan dalam Islam tidak hanya terkait dengan fisik, tetapi juga mental, sosial, dan spiritual.

READ  Mari Jalani Tahapan Pilkada dengan Ceria

Keempat aspek kesehatan ini, katanya, saling terkait dan harus dijaga dengan seimbang.

Dalam konteks pemilu, Agus mengingatkan, kesehatan jiwa dan spiritual tidak boleh dikorbankan demi kepentingan politik atau materi.

Ia menekankan, keberhasilan sebuah pemilihan bukan hanya tentang memenangkan suara, tetapi juga tentang memelihara integritas, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Agus menyampaikan harapannya, agar masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan spiritual. dalam menghadapi proses politik, serta untuk tidak terjerumus dalam budaya materialistik, yang dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan.(muhammadiyah.or.id)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *