Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITAHUKUM DAN KEMANANSumatera

Wagub Minta Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Erupsi Marapi

164
×

Wagub Minta Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Erupsi Marapi

Sebarkan artikel ini
Erupsi Gunung Marapi yang terekam petugas dari Posko Batang Silasiah, Bukik Batabuah.(robert/informasi pb-td)
Example 468x60

PADANG PANJANG, potretkita.id – Menyikapi meningkatnya frekuensi letusan Gunung Marapi, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy mengimbau masyarakat sekitar meningkatkan kesiapsiagaan.

Dalam rangka tersebut, ia menyarankan agar masyarakat tidak mendekati puncak gunung, dalam radius 4,5 kilometer serta mengurangi aktivitas luar rumah yang tidak penting.

“Saat ini, frekuensi dan skala letusan Gunung Marapi semakin meningkat. Oleh karena itu, kita minta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu penting,” ungkapnya.

Saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Ummul Khalisah, Kota Padang Panjang, Kamis (28/3/2024) malam, Audy menjelaskan, sejak Desember 2023, aktivitas Gunung Marapi terus meningkat, bahkan statusnya telah mencapai level III atau siaga, dengan skala letusan yang semakin sering.

READ  Gunung Marapi Naik ke Level Siaga, ini yang Harus Kita Lakukan

Dampaknya, selain menimbulkan korban jiwa, erupsi Gunung Marapi juga mempengaruhi kesehatan masyarakat dan produktivitas lahan pertanian di sekitarnya.

“Walaupun hingga saat ini belum terjadi letusan besar yang mengakibatkan aliran lava panas ke pemukiman warga, kondisi saat ini tetap perlu kita waspadai,” tambahnya, sebagaimana dirilis Biro Adpim Setdaprov Sumbar, diakses pada Sabtu (30/3) pagi.

Pj. Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra menyebutkan, kerugian akibat erupsi Gunung Marapi diperkirakan telah mencapai Rp13 miliar, serta berdampak terhadap produktivitas 53,7 hektar lahan pertanian masyarakat.

Menurutnya, Pemko Padang Panjang telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kesiapan masyarakat terhadap bencana, termasuk sosialisasi langkah penyelamatan mandiri, edukasi pencegahan ISPA, dan pemberian bantuan kepada petani yang terdampak.(adpsb; edi)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *