Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BudayaEventSOSBUD

Aghi Ayo Onam

135
×

Aghi Ayo Onam

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pejabat turut menghadiri event Aghi Ayo Onam di Kabupaten Kampar.(mc kampar)
Example 468x60

KAMPAR, potretkita.id – Kabupaten Kampar, dikenal sebagai Serambi Mekah di Provinsi Riau, semakin memperkokoh reputasinya sebagai destinasi wisata religi yang menarik minat para pelancong.

Pada bulan Syawal, momen yang palung fenomeal dan pantang tak diikuti adalah Perayaan Aghi Ayo Onam (Hari Raya Enam). Pada event itu, atmosfir islami begitu kental terasa.

Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Kampar, terutama di Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang Seberang, Salo, Kuok, dan sekitarnya.

Menurut Pj Bupati Kampar Hambali, daerah ini menjadi sangat ramai saat perayaan Aghi Ayo Onam, karena banyaknya warga asli Kampar yang pulang kampung untuk merayakan budaya kearifan lokal ini.

Selama perayaan Aghi Ayo Onam, seluruh warga Kampar tidak hanya melakukan ziarah kubur, tetapi juga makan bajambau, sebuah tradisi yang bertujuan memperkuat tali persaudaraan, dan meningkatkan ukhuwah islamiyah dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

READ  Pebalap Dunia Turun ke Sirkuit F1Powerboat 2024 di Danau Toba

Pj Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto juga menegaskan, dukungan Pemerintah Provinsi Riau terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari pariwisata religi.

“Saya berharap memberikan dampak positif bagi masyarakat Kampar. Dengan adanya ziarah kubur pada hari raya enam, potensi pariwisata religi yang ada di Kampar dapat menjadi ikon wisata di Provinsi Riau dan kunjungan ke sini semakin meningkat,” ungkapnya.

Aghi Ayo Onam di Kampar merupakan warisan leluhur, yang harus dijaga dan dikenalkan kepada generasi selanjutnya.

“Tradisi ini telah menjadi turun menurun dari nenek moyang kita, inilah yang perlu kita lestarikan untuk wisata religi. Karena wisata religi, saya minta kepada pak Bupati pada ziarah kubur artinya harus dibersihkan dan dipercantik lagi kuburannya agar seragam modelnya,” pungkasnya.

Aghi Ayo Onam merupakan perayaan yang melambangkan semangat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga Kampar. Tak heran, tradisi ini menjadikan wadah silaturahmi antarumat muslim di Kampar untuk memperat ukhuwah islamiyah.

READ  Kota Tua di Padang Punya Sejarah Panjang

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat berkumpul di lokasi yang telah ditentukan untuk melakukan ziarah kubur hingga melaksanakkan makan bajambau. Pada makan bajambau, terdapat berbagai kuliner lokal yang disajikan warga.

Tradisi ini merupakan tradisi turun menurun yang dilaksanakan setiap tahunnya, pada 7 syawal. Hari raya enam menjadikan wadah saling berbagi dan silaturahmi antarsesama warga maupun perantau yang telah lama meninggalkan kampung halaman.

Tokoh Masyarakat di Desa Si Pungguk, Fauzan menerangkan Aghi Ayo Onam memang identik dengan tradisi ziarah kubur dan saling bersilaturahmi. Menurutnya, semua masyarakat asal Kampar yang ada di perantauan rela mudik hanya untuk merayakan Ayi Ayo Onam.(mc riau)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *