Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITANasional

Cuaca Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

146
×

Cuaca Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Sebarkan artikel ini
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.(ist)
Example 468x60

JAKARTA, potretkita.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menegaskan, cuaca panas yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini bukanlah akibat gelombang panas atau heatwave.

Dalam siaran persnya yang dipublikasikan Bagian Humas BMKG, Dwikorita menjelaskan, berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu, fenomena cuaca panas yang dialami Indonesia saat ini tidak memenuhi kriteria sebagai gelombang panas.

“Memang betul, saat ini gelombang panas sedang melanda berbagai negara Asia, seperti Thailand dengan suhu maksimum mencapai 52 derjat celcius, dan Kamboja dengan suhu udara mencapai 43 derjat celcius. Namun, di Indonesia yang terjadi bukanlah gelombang panas, melainkan suhu panas seperti pada umumnya,” ujarnya.

Dwikorita menambahkan, suhu panas yang dialami Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kondisi maritim di sekitar Indonesia dengan laut yang hangat dan topografi pegunungan.

READ  Gempa Magnitud 4,5 Dekat Airbangis Kagetkan Warga Pasbar

Kondisi ini, ujarnya, mengakibatkan naiknya gerakan udara dan menjadi penyangga atau buffer terhadap kenaikan suhu ekstrem. Selain itu, hujan yang sering terjadi membantu mendinginkan permukaan secara berkala, mencegah terjadinya gelombang panas.

Menurutnya, suhu panas yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh pemanasan permukaan karena berkurangnya pembentukan awan dan curah hujan.

Kondisi ini merupakan bagian dari periode peralihan musim hujan ke musim kemarau, yang umum dicirikan dengan pagi hari yang cerah, siang hari yang terik, dan hujan pada siang menjelang sore atau sore menjelang malam.

“Pada periode peralihan ini, masyarakat dapat merasakan cuaca yang terik pada siang hari dengan suhu udara yang meningkat, diiringi pertumbuhan awan yang pesat. Pada malam hari, kondisi gerah juga dapat terasa jika langit masih tertutup awan, dengan suhu dan kelembaban udara yang relatif tinggi,” papar Dwikorita.

READ  Korban Banjir dan Tanah Longsor Terima Bantuan Pangan

BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengingatkan bahwa cuaca panas saat ini adalah fenomena normal dalam konteks perubahan musim.

Masyarakat diharapkan untuk menjaga hidrasi dan menghindari aktivitas fisik berlebih, pada saat suhu udara tinggi.

Sementara itu, BMKG akan terus memantau kondisi cuaca dan memberikan informasi terbaru untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(rel/mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *