Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Hujan Lebat Timbulkan Banjir Besar di Kota Padang

185
×

Hujan Lebat Timbulkan Banjir Besar di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Sebuah sungai yang terdampak air bah, dan menyisakan material yang dihanyutkan dari hulu,(adpsb)
Example 468x60

PADANG, potretkita.id – Kota Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat dilanda banjir besar pada Kamis hingga Jumat (7-8/3) pekan ini, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Hujan yang terjadi di Kota Padang, dikabarkan memiliki volume air yang setara dengan hujan sebulan dalam waktu satu hari.

Keempat daerah yang paling terdampak meliputi Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Kota Padang, sebagai pusat keramaian dan aktivitas ekonomi, menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak akibat bencana ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat mencatat laporan awal, banjir menggenangi beberapa wilayah di Kota Padang Panjang, terutama di Kecamatan Lubukbegalung.

Salah satu peristiwa tragis yang terjadi adalah hanyutnya satu rumah warga di Kelurahan Banuaran Nan XX, diterjang arus banjir karena meluapnya sungai.

Selain Kota Padang, Kabupaten Limapuluh Kota juga terkena dampak serius. Kecamatan Situjuah Limo Nagari menjadi pusat perhatian karena banjir bandang melanda wilayah tersebut.

READ  Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Permakanan dan Bibit Ikan

Di Nagari Banda Dalam dan Situjuh Batua, beberapa rumah rusak parah dan ringan terjadi akibat serbuan air yang datang secara mendadak.

Sementara itu, di Kabupaten Pasaman Barat, satu unit jembatan penghubung antara Jorong Rura Patontong dengan Jorong Peggambiran, Kecamatan Ranah Batahan, dilaporkan terputus.

Hal ini menghambat akses transportasi kendaraan roda dua maupun roda empat di wilayah tersebut.

Kabupaten Pesisir Selatan juga tidak luput dari bencana ini, di mana sejumlah pemukiman warga terendam banjir, bahkan jembatan gantung di Koto Rawang Tambang, Kecamatan IV Jurai, juga mengalami kerusakan akibat tingginya air.

Kondisi darurat juga terjadi di beberapa titik, seperti di Kecamatan Lubuk Kilangan, di mana saluran air jebol menyebabkan dua komplek perumahan di Indarung terendam banjir.

Selain itu, kejadian longsor di Lubuk Paraku juga menghambat arus kendaraan yang masuk dan keluar dari Kota Padang.

READ  Peristiwa PDRI Penting Bagi Sejarah Kelanjutan NKRI

Jumat (8/3) pagi, dari Kabupaten Padang Pariaman masuk pula laporan, jalan provinsi yang menghubungkan dengan Sicincin dan Pariaman tak bisa dilintasi, karena badan jalan tertimbun tanah longsor.

Menurut laporan masyarakat yang dirilis GWA Siaga Bencana, dua warga yang sedang melintas diperkirakan ikut tertimbun material longsor.

Selain itu, alan akses menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), juga terdampak akibat adanya pohon tumbang, dan menutup badan jalan.

Laporan lain menyebut, seorang balita usia tiga tahun warga Balah Aie Sungai Sariak, menjadi korban meninggal akibat terjebak arus banjir. Keluarga bayi itu butuh pertolongan untuk mengevakuasinya.

Pemerintah setempat sedang melakukan upaya evakuasi dan penanganan darurat untuk membantu warga yang terkena dampak bencana ini.

Semoga bantuan dan dukungan dapat segera diberikan kepada para korban, dan situasi dapat kembali pulih dengan cepat.(mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *