Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumatera

Nagori Siboras Terhubung Jalan Mulus dengan Nagori Saribu Jandi

89
×

Nagori Siboras Terhubung Jalan Mulus dengan Nagori Saribu Jandi

Sebarkan artikel ini
Bupati menggunting pita saat meresmikan jalan kabupaten.(ist)
Example 468x60

SIMALUNGUN, potretkita.id – Nagori Siboras dengan Saribu Jandi, Kecamatan Pematang Silimahuta, kini terhubung jalan mulus. Hasil pertanian kini sudah bisa dipasarkan dengan baik.

Jalan kabupaten itu, pekan kemarin, diresmikan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, sebagaimana diberitakan Dinas Kminfo @Pemkab Simalungun, diakses dan dikutip pada Kamis (23/1).

“Hari ini kita patut bersyukur kepada Tuhan, atas apa yang kita capai, khususnya di Kecamatan Pematang Silimakuta. Pemerintah Simalungun melalui Dinas PUTR telah menggelontorkan anggarannya, sekitar Rp8 miliar untuk pembangunan jalan di sini,” kata Bupati dalam sambutannya.

Menurutnya, jalan ini penunjang perekonomian bagi masyarakat di Kabupaten Simalungun. “Banyak hasil pertanian yang dapat diangkat dan dikirimkan dengan mudah dan lancar melalui jalan ini,” sebutnya.

READ  1.952 Koperasi di Sumbar Tidak Aktif

Pemkab Simalungun membangun jalan di Kecamatan Pamatang Silimakuta dibagi menjadi tiga paket perbaikan jalan, yakni paket 1: Rakut Besi-Saribu Jandi, paket 2: Saribu Jandi-perbatasan Kabupaten Karo, dan paket 3: Tigaraja-Rakut Besi, dengan panjang sekitar 3.467 meter.

Neatehi Sembiring, selaku tokoh masyarakat Nagori Saribu Jandi, mengucapkan terimakasih atas pembangunan jalan yang dilakukan Pemerintah Simalungun, yang di bawah pimpinan Radiapoh.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Simalungun yang telah memberikan perhatian terhadap jalan kami. Sudah sangat lama sekali jalan kami ini tidak tersentuh pembangunan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati bersama Dandim dan Ketua Program Studi S3 UGM melakukan pemetikan jeruk madu milik Antober Tarigan.

READ  Jalan Rakyat di Lintau Berefek Ekonomis

Menurutnya, masalah yang sering dihadapi petani jeruk di Simalungun yakni lalat buah, yang bisa merusak panen petani jeruk di Simalungun.

“Banyak biaya produksi yang dikeluarkan hanya untuk penanganan lalat buah ini,” kata Bupati sembari berharap melalui Profesor Dr Agus Heruanto Hadna, perwakilan UGM bisa memberikan solusi dalam masalah lalat buah ini.(diskominfo sml; ed. mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *