Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITASumbar

Peristiwa PDRI Penting Bagi Sejarah Kelanjutan NKRI

388
×

Peristiwa PDRI Penting Bagi Sejarah Kelanjutan NKRI

Sebarkan artikel ini
Berbincang-bincang di sela-sela HBN k3-75 Tingkat Sumbar.(humas sumbar)
Example 468x60

PADANG, potretkita.id – Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berbasis di Sumatera Barat, memiliki posisi penting dala mempertahankan kemerdekaan Repugblik Indonesia.

“Salah satu peristiwa penting dalam proses perebutan kemerdekaan adalah peristiwa 19 Desember yang kemudian ditetapkan sebagai HBN. Di mana, 75 tahun lalu, pada 19 Desember 1948, Indonesia menghadapi situasi genting karena agresi Belanda II, yang memaksa perpindahan ibu kota dari Yogyakarta ke Bukittinggi, hingga terbentuklah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI),” kata Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansharullah.

Buya mengatakan hal itu, Selasa (19/12), usai upacara Hari Bela Negara (HBN) ke-75 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di halaman kantor Gubernur Sumbar, dengan Inspektur Upacara Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI M. Herindra.

Gubernur menegaskan, peristiwa yang mendasari diperingatinya HBN itu sangat penting bagi sejarah perjuangan bangsa. Untuk itu, ujarnya, menggelorakan semangat bela negara, bukan hanya tanggung jawab sebagian komponen bangsa dan pemerintahan, tetapi harus menjadi tugas dan semangat seluruh lapisan masyarakat.

READ  Pers Sumbar Sudah Jalankan Fungsinya dengan Optimal

Peristiwa tersebut, imbuhnya, adalah salah satu peristiwa sejarah penting bagi Indonesia yang berlangsung di luar Pulau Jawa. Oleh karena itu, Gubernur menekankan, PDRI merupakan penyambung nyawa bagi NKRI. Bahkan, tegasnya, sangat memungkinkan jika PDRI tidak didirikan, maka Indonesia tidak akan berdiri tegak hingga hari ini.

Mengutip pemberitaan Biro Adpim Setdaprov Sumbar melalui akun @Humas. Sumba diketahu, gubernur mengajak semua komponen bangsa untuk mengetahui betul tentang sejarah HBN itu.

“Mudah-mudahan, pelaksanaan upacara ini semakin mengobarkan semangat kita dalam rangka menunjukkan pentingnya peran Sumbar dalam memberikan kontribusi untuk NKRI,” ucap Gubernur lagi.

Herindra saat membacakan pidao sambutan presiden mejelaskan, HBN adalah momentum untuk menegaskan komitmen bersama, dalam mengobarkan semangat membela negara. Sekecil apa pun aksi nyata bela negara yang kita lakukan, sebutnya, tetapi karena dilandasi oleh kecintaan terhadap Tanah Air, maka tentu akan berdampak besar pada kejayaan bangsa dan negara ini.

READ  Gubernur Sumbar Dorong Digitalisasi Keuangan Pemerintahan

Bela negara, tuturnya, sangat diperlukan demi mewujudkan visi Indonesia Emas Tahun 2045 yang penuh tantangan, yang tentu harus disikapi secara adaptif dan responsif sesuai eskalasi ancaman dengan perspektif nonmiliter, melalui peningkatan kesadaran dan pelibatan aktif setiap elemen bangsa sebagai unsur pendukung pertahanan negara.

Wamen mengatakan, semangat bela negara juga merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi segala ancaman yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Semangat tersebut menjadi sebuah keniscayaan bagi seluruh komponen bangsa sesuai peran dan fungsinya masing-masing.

“Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk senantiasa mengobarkan semangat bela negara dalam dirinya masing-masing,” sambungnya.(kiprahkita.com)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *