Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BudayaSOSBUD

Ratik Tagak Nan Menguatkan Kebanggaan

313
×

Ratik Tagak Nan Menguatkan Kebanggaan

Sebarkan artikel ini
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyalami kaum ibu yang turut menyemarakkan tradisi ratik tagak di Sikaladi Pariangan.(ist)
Example 468x60

TANAH DATAR, potretkita.id – Setiap tahun, masyarakat Jorong Sikaladi, Nagari Pariangan, Tanah Datar, merayakan Hari Raya Enam atau Rayo Anam.

Kegiatan ini dilengkapi dengan sebuah tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi: Ratik Tagak, diawali ziarah kubur di pandam pakuburan pasukuan, di mana mereka melafalkan kalimat-kalimat tauhid dalam sebuah zikir yang mengharukan.

Pada Kamis (18/4/2024), Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, turut menghadiri acara tersebut dan menyampaikan apresiasi yang mendalam, terhadap keberlanjutan tradisi Ratik Tagak.

Baginya, tradisi ini bukan hanya sebuah ritual keagamaan, tetapi juga sebuah kearifan lokal yang memperkuat jati diri masyarakat setempat.

“Saya selaku pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, sangat mendukung tradisi masyarakat seperti ini tetap dilestarikan,” ujarnya.

READ  Hama Tikus Serang Tanaman Pertanian di Tanah Datar

Karena selain sebagai kearifan lokal, imbuh bupatyi, juga sangat mendukung perkembangan ekonomi masyarakat terutama bagi UMKM yang ada di nagari.

Tradisi Ratik Tagak tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga meningkatkan tali silaturahmi di antara warga, baik yang tinggal di ranah maupun yang berada di perantauan.

Hal ini disampaikan oleh Wali Nagari Pariangan Tasman Katik Mudo, yang menjelaskan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak zaman nenek moyang, dan tetap dijunjung tinggi hingga kini.

Syafruddin Pakiah Sutan, ketua Ikatan Keluarga Tanah Datar Kabupaten Kampar, menyatakan kebanggaannya atas tradisi ini, yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

“Kami sebagai orang Sikaladi tentu sangat bangga mempunyai tradisi ziarah kubur yang akan kami lakukan setahun sekali ini. Disini kami akan melakukan zikir bersama, dan ini sudah ada sejak dari nenek moyang kami dulu,” ujarnya dengan rasa hormat.

READ  Wamenaker Afriansyah Sandang Gelar Datuak Rajo Basa

Tradisi Ratik Tagak di Jorong Sikaladi menjadi puncak dari perayaan Hari Raya Idul Fitri, di mana kegiatan akan ditutup dengan makan bersama seluruh kaum.

Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya menjaga akar budaya mereka tetap hidup, tetapi juga mempererat ikatan kebersamaan dan kebanggaan akan identitas mereka, sebagai bagian dari Tanah Datar yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai luhur.(prokopim tnd)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *