Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
OPINI

Sampah Menyatukan Agama

48
×

Sampah Menyatukan Agama

Sebarkan artikel ini
Suasana dialog lintas agama membahas masalah sampah.(ist)
Example 468x60

Oleh Dr. Suhardin, M.Pd
Dosen Universitas Ibnu Chaldun

OPINI, potretkita.id – Kelompok Jambeck meneliti terkait dengan fakta sampah plastik di laut; China (262,9 juta ton), Indonesia (187,2 juta ton), Filipina (83,4 juta ton), Vietnam (55,9 juta ton), dan Sri Lanka (14,6 juta ton).

Data ini dibenarkan oleh Rosa Vivien Retnawati (Direktur Jendral PSLB3 KLHL) dalam kegiatan Dialogh Lintas Agama Membangun Sinergi dan Kemitraan Untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan di masjid Istiqlal 11 April 2023.

Kegiatan ini berusaha untuk menghimpuan kekuatan masyarakat melalui tokoh dan pemuka agama di Indonesia, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

Untuk memberikan kesadaran kepada ummat, jamaat, dan pemeluk agamanya untuk dapat berpartisipasi aktif mengelola sampah plastik dan mendayagunakan sampah organik, agar tidak semua sampah bermuara kepada pembuangan akhir, atau dibuang ke sungai, kali, selokan dan bermuara ke laut.

Sampah plastik di laut kita sudah sangat berbahaya, karena ia sudah menyamai jumlah ikan di laut. Hal ini ditegaskan oleh Abdul Wahab Situmorang (Senior Adviser for Climate Governance, UNDP Indonesia).

Beliau menegaskan, sampah plastik telah menjadi konsumsi ikan, ikan dimakan oleh manusia, sehingga bahan kimia plastik masuk ke dalam tubuh manusia, dapat mempengaruhi kesehatan manusia, ini adalah sangat berbahaya untuk kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.

Hal ini perlu menjadi perhatian dan tanggungjawab semua pihak, termasuk tokoh dan pemuka agama-agama di Indonesia. Pernyataan Abdul Wahab langsung dijawab oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasharuddin Umar, MA.

“Kami sangat berbahagia dan bangga dilibatkan dalam berbagai permasalahan yang ada pada bangsa ini, tetapi jangan hanya kami dilibatkan pada akibat dari permasalahan, tetapi kami tidak pernah diajak dalam penyebab permasalahan,” katanya.

Pemuka agama, tegas beliau selalu, menjadi pemadam kebakaran dan mendorong mobil mogok. Pemuka agama hanya disuguhkan permasalahan yang terjadi, akibat kurang efektifnya sebuah perencanaan di negara ini.

“Kami sungguh sangat bahagia jika pemerintah melibatkan kami, tokoh agama dalam perencanaan pembangunan di Bappenas,” tukas tokoh karismatik ini dengan ringan dan dibenarkan oleh semua yang mendengarkan.

READ  Etika Ilmuwan

Semua tokoh agama berbicara terkait dengan bahaya sampah dan konsep agama masing-masing terkait dengan permasalahan ini.

DR. KH Sodikun (ketua MUI) menyampaikan, bahwa masalah sampah perlu menjadi jihad tersendiri, semua komponen bangsa harus turun untuk meminimalisasi sampah di tengah masyarakat.

Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan, orang yang menyampah adalah orang-orang yang memakan dan mengambil hak-hak orang miskin, mereka adalah orang-orang yang aniaya terhadap saudaranya sesama manusia dan sesama ciptaan Tuhan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Koordinator Nasional Penanggulangan Sampah Laut (TKNPS) itu, dikomandani oleh Ahmad Bahri Rambe, menggelar forum dialogh tokoh agama terkait dengan sampah.

Narasumbernua adalah Dr. Hayu Prabowo, M. Hum. (ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia), dan Pdt. Jimmy Sormin, M.A (sekretaris eksekutif Bidang Eesaksian dan Keutuhan Ciptaan persekutuan gereja-geraja Indonesia (PGI).

Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr. SH (sekretaris eksekutif Komisi Hak Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI)), KRHT Astono Chandra Dhana, M.M (ketua Bidang Keagamaan dan Spiritualitas), Prof. Dr. Philip K. Wijaya (ketua Umum Persatuan Ummat Budha Indonesia (Permabudhi), Peter Lesmana (Sekretaris Umum Majelis Tingi Agama Konghuchu Indonesia (Matakin).

Dari dialog yang sangat interaktif dan berbudaya tinggi tersebut tersirat, secara prinsip semua agama memiliki pandangan yang sama terhadap konsep penanggungalang sampah di Indonesia. Secara umum, semua agama sangat mengecam perbuatan manusia yang memperlakukan alam secara tidak beradab.

Terkait dengan permasalahan sampah, Hayu Prabowo menyampaikan, Islam sangat melarang perbuatan mubazir dan tasyrif. Mubazir adalah teman setan, tasyrif adalah tindakan arogan, sombong yang dimurkai Allah SWT.

MUI telah mengeluarkan fatwa tentang penanggulangan sampah, hal ini kewajiban ummat Islam untuk mensosialisasikan dan mengamalkan, secara nyata.

LPLH SDA bersama TKNPSL menggelar berbagai kegiatan dan gerakan sedekah sampah berbasis masjid, majelis taklim dan pesantren. Kegiatan ini sangat efektif dan terukur, sehingga banyak juga yang bersedekah baju, motor dan mobil tegas hayu dengan santai dan bercanda.

Candaan Hayu langsung ditingkah oleh moderator Tiza Mafira. “Saya sangat menunggu sedekah mobil dan motor tersebut,” ujarnya disambut tawa oleh para hadirin yang datang dari berbagai pegiat lingkungan hidup di Indonesia, yang membanjiri aula Masjid Istiqlal Jakarta, guna menunggu hibah dari Mayora dan UNDP berupa kotak sedekah sampah dan buku panduan, yang pada kegiatan ini diserahkan secara simbolis kepada Imam Besar Istiqlal dan kepada tokoh agama yang diundang.

READ  Manjalang Tuanku Bosa di Talu

Pdt Jimmy menyampaikan, dalam ajaran agamanya ada dua peribadatan, peribadatan ritual dan peribadatan factual, peribadatan faktual menganjurkan untuk berbuat baik kepada alam dan lingkungan dan melakukan pengelolaan sampah, agar tidak merusak alam dan merusak diri kita sendiri juga.

Maka gereja menganjurkan untuk tidak minum dalam botol kemasan, tetapi menyediakan air galon isi ulang untuk diminum oleh jamaatnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ferdinal, amplop dan tisu pun dilarang untuk dibuang sembarangan, amplop bekas disimpan dan dimanfaatkan untuk keperluan berikutnya. Manusia, menurut beliau, harus melestarikan dan menjaga alam agar tidak rusak dan punah.

Astono dari Hindu banyak bercerita terkait dengan ritual agamanya yang sangat dekat dengan alam, teologi yang dianut adalah trihitakarana berhubungan baik dengan Tuhan, baik dengan sesama manusia dan berbauat baik dengan alam.

Sedangan Philip menyatakan berharap agar dirinya beruntung nanti mendapatkan sedekah mobil dan motor. Beliau mengungkapkan, ajaran agamanya ingin memberikan kebahagiaan semua makhluk ciptaan Tuhan. Sementara itu, Piter Lesmana juga mengungkapkan perlu berhubungan baik dengan semua pihak, tidak saling mencederai dan merusak.

Chairul Saleh dari LPLH SDA dan Dr. Hayyie Al-Khattany sangat terkesan dengan kegiatan ini, secara berseloroh dengan sekretaris MUI Dr. Suhardin, S.Ag.,M.Pd. mengatakan, sampah dapat mempersatukan semua agama.

Banyak isu strategis lain yang perlu dibahas oleh para pemuka agama, berbeda dalam keyakinan dan ritual, tetapi dalam hubungan muamalat, kebangsaan semua agama dapat bekerja sama dan saling berkontribusi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan semua anak bangsa, semoga ke depan kerjasama dapat ditingkatkan pada hal-hal yang lebih strategis.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *