Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
OPINI

Muhammadiyah Sukomananti Membangkit Kejayaan

625
×

Muhammadiyah Sukomananti Membangkit Kejayaan

Sebarkan artikel ini
Salah satu kegiatan pengajian di Masjid Taqwa Muhammadiyah Tapalan, Sukomananti.(ist)
Example 468x60

PASBAR, potretkita.id – Muhammadiyah di Sukomananti dan Padang Tujuah, bersiap membangkit kejayaan. Muhammadiyah berkembang pesat di Kecamatan Pasaman, yang kini sudah dimekarkan jadi beberapa kecamatan.

Sukomananti dan Padang Tujuah berada dalam wilayah Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. Nagari ini pun kini sudah mengalami pemekaran. Sukomananti dimekarkan menjadi Nagari Sukomananti Aua Kuniang.

Dalam sejarahya, kedua kejorongan itu menjadi salah satu dari beberapa basis perkembangan Muhammadiyah di Pasaman, meliputi Kabupaten Pasaman sebelum dimekarkan menjadi Pasaman dan Pasaman Barat.

Titik pengembangan Muhammadiyah lainnya adalah Tapus, Talu, Kajai, Ujung Gading, Silaping, dan Air Bangis.

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ardinan dan Sekretaris Pimpinan Daerah Pasaman Barat Mizlan, menjelaskan sedikit keterangan tentang masuknya Muhammadiyah ke Sukomananti dan Padang Tujuah, disebutkan Buya Hamka dalam bukunya berjudul Muhammadiyah di Minangkabau. “Muhammadiyah berkembang di Sukomananti dari Talu,” jelas keduanya.

Kedatangan Muhammadiyah ke Sukomananti disambut hangat warga, yang kemudian menjadi pendukung utama gerakan Muhammadiyah di daerah itu, di antaranya adalah Lanin yang tinggal di Jorong Sukomananti dan beberapa rekannya.

READ  Etika Ilmuwan

Lanin adalah ayah Prof. Dasman Lanin, Ph.D., dosen UNP yang juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat.

Untuk membangkit kembali semangat bermuhammadiyah itu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukomananti dengan dukungan PCM Pasaman, menggelar pengajian akbar dengan menghadirkan Dr. Dasrizal Dahlan dari PWM Sumbar sebagai narasumber, motivator penyemangat, sekaligus menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Muhammadiyah Sukomananti yang terletak di Jorong Tapalan.

Mizlan mengakui, belasan tahun belakangan semangat bermuhammadiyah warganya, di Sukomananti dan Padang Tujuah, mengalami kemunduran.

Kini, dengan didukung tokoh-tokoh muda, mereka siap untuk membangkit kembali kejayaannya. Para penggerak kebangkitan itu di antaranya Reflin, Damizar, Sukardi, Elfi, Mizlan, dan banyak nama lainnya, baik dari tokoh sepuh maupun tokoh muda.

Dasrizal saat memotivasi lewat Tabligh Akbar menyatakan kebanggaannya atas tekad membangkit kejayaan itu.

READ  Warisan Paderi di Salimpaung

Dia berharap, Muhammadiyah Sukomananti dan Padang Tujuah terus berbenah, membangun kekompakan, meningkatkan gerakan, dan menjadi pilar Muhammadiyah Berkemajuan di Pasaman Barat.

“Sudah lama kita tidak mengangkat kegiatan besar di organisasi ini, mengingat harumnya nama Muhamadiyah di Sukomananti dulunya, mari kita mambangkik batang tarandam, memajukan kembali Muhammadiyah Sukomananti,” ujar Mizlan, disambut penuh semangat dan dikuti oleh Reflin, ketua PRM Sukomananti.

Ardinan, mewakili PCM Pasaman menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PRM Sukomananti.

“Saya sudah mendapat informasi dari tetua kita, seperti Pak Iskandar di Talu, dan juga Pak Mizlan, serta diperkuat dengan buku Hamka, Muhammadiyah di Minangkabau, memang Sukomananti ini dulu daerah dimulainya dakwah Muhammadiyah, yang didatangkan dari Talu untuk mengembangkannya,”

Dulu ada Pak Lanin (alm), keluarga atau orang tua Pak Yubhar, orang tua Pak Reflin dan lainnya, orang-orang tua ini semangatnya luar biasa terhadap Muhammadiyah. (ADRDINAN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *