Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
OPINI

Teo-Eco

348
×

Teo-Eco

Sebarkan artikel ini
Dr. Suhardin, M.Pd.
Example 468x60

Oleh Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd.
(Dosen UIC Jakarta)

Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (QS (61) As-Saff: 1).

 

OPINI, potretkita.id – Semua makhluk ciptaan Allah, baik dalam konteks macro cosmos maupun micro cosmos, semua tunduk kepada aturan yang sudah digariskan Allah SWT.

Matahari beredar pada garis edarannya, bulan beredar pada orbitnya, bumi berputar mengelilingi sumbunya, berputar mengelilingi matahari, bulan berputar mengelilingi bumi, semua patuh terhadap kadar yang sudah ditetapkan Allah SWT.

Demikian juga makhluk ciptaan Allah SWT di bumi, tumbuh-tumbuhan (flora) dan Hewan, binatang baik ternak maupun liar (fauna) semua tunduk dan patuh kepada Allah SWT, bertasbih, memuji Allah SWT. Begitu pula dengan makhluk micro cosmos, dalam bentuk micro biology; bakteri, virus, kuman semua tunduk kepada ketentuan Allah SWT, mereka bertasbih memuji Allah SWT.

Ketundukan semua alam ciptaan Allah SWT, diciptakan oleh Allah SWT dengan penuh keseimbangan, dalam kadar yang berpasangan. Malam berpasangan dengan siang. Laki-laki berpasangan dengan perempuan. Hitam berpasangan dengan yang bukan hitam. Baik berpasangan dengan buruk.

Allah menciptakan demokratisasi dalam penciptaan alam, sehingga semua yang tercipta memiliki keseimbangan dalam penciptaannya.

Dalam lingkungan keseimbangan alam disebut dengan equilibrium, dalam penataan suhu, antara carbon dioxide haruslah memiliki keseimbangan dengan oxygen, agar panas dengan dingin memiliki keseimbangan, sehingga setiap jenis makhluk dapat melangsungkan kehidupannya, dalam temperatur yang adaptif.

Allah SWT yang telah mengatur semua ciptaan-Nya, Ialah yang memberikan keseimbangan dan penyeimbangan dari kelangsungan kehidupan makhluk ciptaan-Nya, Ia maha perkasa (‘azizu) dan maha bijaksana (hakimu). Ia yang menjamin rezeki bagi semua yang Ia ciptakan dalam melangsungkan kehidupannya.

Ia berikan kasih sayang kepada semua yang Ia ciptakan, tanpa melakukan diskriminasi satu dengan yang lainnya. Ia tidak membedakan rezeki dari makhluk-Nya, hal inilah wujud dari ar-rahman yang Ia miliki, melekat dalam diri sang Khaliq.

Tetapi Ia memiliki balasan kepada makhluk yang telah Ia berikan amanah, berupa balasan ketaatan (kepatuhan) dan balasan kefasiqqan (kedurhakaan). Balasan kethaatan disiapkan sorga, balasan kedurhakaan dimasukkan dalam neraka.

Khusus kepada manusia Allah SWT memberikan mandate untuk mengelola bumi dengan menjaga keseimbangan (equilibrium) dan keberlangsungan semua makhluk ciptaannya (sustainable) sampai kepada hari yang telah ditakdirkan-Nya.

READ  Asa dari Lembah Gunung Marapi Nan Masih Erupsi

Qiyamah adalah hari yang ditakdirkan Allah SWT kepada alam ciptaan-Nya, dirahasiakan oleh-Nya kepada segenap makluk, hanya Allah yang tahu kapan alam semesta ini berakhir, tetapi kebarakhirannya adalah pasti sebagai bentuk dari kefanaan sebuah makhluk yang diciptakan Allah. Makluk yang diciptakan berawal, berproses dan berakhir.

Manusia sebagai salah satu contoh yang dicipatakan Allah, memiliki awalan dengan proses biologis, berawal dengan pembuahan, berproses menjadi zigot, mengalami masa natal, menjadi bayi, berlangsung jadi anak, berkembang menjadi remaja, beranjak menuju kedewasaan, mengalami penuaan, sampai pada akhirnya tidak mampu melangsungkan kehidupan, masuk kepada alam barzak, terus menuju mahsyar, melakukan proses mizan, berjalan ke syirat, menuju pembalasan sorga atau neraka.

Itulah semua proses dari manusia sampai pada akhirnya kembali menuju Allah SWT, dengan menempati tempat yang sudah dijanjikan-Nya sesuai dengan kadar perbuatan, amal shaleh di dunia.

Sebagai makhluk yang sudah diberikan amanah, manusia perlu meyakini dengan penuh bahwa ia adalah makhluk spesial yang diberikan Allah SWT kuasa untuk memuliakan sumber daya yang sudah diciptakan Allah SWT dengan lengkap dan tertata ini.

Jika manusia mengingkari mandate Allah atas keinginan hawa nafsunya, berarti ia mengkianati Allah SWT.

Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas mandate tersebut, jika manusia mempertanggungjawabkan dengan lancar dan benar, maka Allah SWT memberikan ganjaran berupa kenikmatan yang tiada tara berupa surga yang tiada ada bandingannya terhadap nikmat yang diperoleh di dunia.

Jika sebaliknya manusia tidak dapat mempertanggungajawabkan, maka Allah SWT membalasnya dengan ganjaran yang setimpal dengan kedurhakaannya di dunia, dengan mamasukkan ke dalam neraka, bersama para pendurhaka, dan setan yang sudah durhaka semenjak awal.

Peran nyata manusia sebagai mandataris Allah SWT; pertama, memastikan bahwa alam ciptaan Allah SWT berjalan sesuai dengan kadarnya, tumbuh-tumbuhan (flora) bertumbuh dengan baik, hewan dan binatang (fauna) berkembang biak dengan semestinya sesuai dengan keseimbangannya (equilibrium).

Kedua, semua makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dan ditata dengan keseimbangan tersebut memiliki hak mutlak untuk melangsungkan kehidupan jenisnya (sustainable) dengan memberikan ruang kepada segenap makhluk untuk beradaptasi dan berevolusi sesuai dengan kondisi dan tantangan yang ia hadapi, semua berjalan secara suksesi pada masing-masing jenis makhluk baik flora maupun fauna.

Ketiga, dalam menajalankan kehidupan manusia, tidak bisa menghindari harus memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dengan beruasaha untuk melakukan eksploitasi yang terukur dan proporsional, melakukan analisis multi aspek, sehingga alam ciptaan Allah SWT tidak dilakukan pengolahan yang eksploitatif dan destruktif.

READ  Natal Tempat Multatuli Pernah Berkiprah

Keempat, manusia perlu melakukan konservasi terhadap segenap kerusakan yang sudah dilakukan oleh manusia yang lain, yang terkesan serakah, eksploitatif dan deskturktif.

Kelima, rehabilitasi terhadap kerusakan alam yang sudah sangat signifikan ini, perlu dilakukan akseleratif oleh manusia yang shaleh dan taqarrub kepada Allah SWT dengan memiliki tingkat ketauhidan yang tinggi dalam bentuk teo-eco.

Keenam, teo-eco praxis dilakukan dengan berbentuk personal, gerakan, dan gerakan jamaah. Personal dengan berusaha mengimplementasikan berbagai bentuk perilaku yang bertanggungjawab terhadap lingkungan (responsibility environmental behavior), kepedulian terhadap lingkungan (environmental conscience), gerakan pro lingkungan (environmental movement pro).

Gerakan, bentuk program dan kegiatan yang dilakukan secara terencana dan sistematik baik pada personal maupun pada jamaah. Personal dengan melakukan penghijauan pada lahan milik dan lahan sosial yang tersedia, membiasakan diri dan keluarga untuk menanam.

Gerakan jamaah perlu dilakukan gerakan untuk konservasi terhadap lingkungan, baik dalam bentuk program hutan wakaf. Dengan memanfaatkan berbagai jenis lahan yang tersedia yang peruntukannya pada tiga M (masjid, maqam dan madrasah).

Lahan yang belum dikelola untuk peruntukan tiga M tersebut, coba untuk diinovasi untuk gerakan wakaf hutan. Melakukan konservasi dan reboisasi serta rehabilitas lahan dengan berupaya menghijaukan dengan berbagai jenis pohon konservasi dan pohon produksi serta pohon konsumsi. Sehingga lahan tersebut bermanfaat yang pahalanya mengalir kepada pemilik lahan dan pengelola lahan.

Berbagai kelebihan lahan yang digunakan oleh Madrasah, Maqam dan Masjid, perlu dilakukan penghijauan, sehingga masjid bukan hanya terpusat pada ruang tertutup, tetapi juga dapat memanfaatkan dan mengembangkan ruang terbuka hijau, yang manfaatnya bukan hanya untuk kepentingan manusia, tetapi juga kepentingan aneka makhluk ciptaan Tuhan.

Burung dapat bermain dan berkicau diantara berbagai jenis pohon, cacing, ular dan kala jengking dapat hidup tenang dengan tanah yang empuk oleh pertumbuhan pohon konservasi.

Hindarilah memelihara burung dalam sangkar untuk kepentingan lomba kicauan burung, tetapi lepaskanlah ia terbang dengan lahan konservasi yang sudah diciptakan, disela-sela kesibukan, kita dapat menikmati kebebasan burung dan mendengarkan riuh kicauannya. Inilah perilaku orang-orang yang bertauhid (teo-eco), insya Allah.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *