Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DestinasiTOUR

Lubuk Mata Kucing, Begini Asal Mula Ceritanya

283
×

Lubuk Mata Kucing, Begini Asal Mula Ceritanya

Sebarkan artikel ini
Pengunjung Lubuk Mata Kucing sedang mandi-mandi.(kominfo pdp)
Example 468x60

PADANG PANJANG, potretkita.id – Pemandian Lubuk Mata Kucing, salah satu destinasi wisata yang telah lama dikenal di Kota Padang Panjang, semakin diminati oleh pengunjung dari luar kota.

Pada libur Lebaran, pemandian yang telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1918 ini, terlihat ramai dengan kedatangan pengunjung dari berbagai daerah.

Kehadiran pengunjung dari luar kota tercermin dari plat nomor kendaraan yang berasal dari daerah Riau, Jambi, bahkan hingga Jakarta. Sedangkan dari daerah Sumatera Barat sendiri, pengunjung juga datang dari berbagai kabupaten kota.

Menurut Efi, yang bertugas sebagai pemungut retribusi di pemandian ini, airnya dingin, sejuk, diganti sekali seminggu, nggak pakai kaporit.

Biaya retribusi untuk berenang di pemandian ini, menurutnya, Rp7 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak. Pemandian dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Lokasi Lubuk Mata Kucing berada di Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), di jalan menuju Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar.

READ  Pikatan Pesona PDIKM dari Kota Padang Panjang

“Setiap ke Sumatera Barat, saya sering mampir ke sini. Harapannya, tempat ini lebih dikelola lagi dengan baik,” ujar Rizal, seorang pengunjung dari Riau, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Padang Panjang, diakses Senin (15/4).

Pemandian Lubuk Mata Kucing memiliki jejak sejarah yang panjang dan menarik. Pemandian ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi yang populer, tetapi juga menyimpan cerita dan warisan dari masa lampau, khususnya sejak zaman penjajahan Belanda.

Dibangun sekitar tahun 1918, pemandian ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sekitar. Namun, bagaimana sebenarnya asal-usul nama Lubuk Mata Kucing, dan bagaimana perkembangannya hingga kini?

Konon, nama Lubuk Mata Kucing diberikan karena kejernihan airnya yang menyerupai mata kucing. Legenda mengenai nama ini telah menjadi bagian dari cerita turun-temurun di kalangan masyarakat sekitar.

READ  30 Siswa SMP Hikmah Padang Panjang ke Malaysia

Pemandian ini tidak hanya menjadi tempat untuk mandi dan berenang, tetapi juga menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa sejarah dan perkembangan zaman. Dari masa penjajahan Belanda hingga masa kini, Lubuk Mata Kucing terus menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain menjadi tempat rekreasi, pemandian ini juga menjadi saksi dari berbagai perubahan sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi di sekitarnya.

Perjalanan panjang pemandian ini mencerminkan, bagaimana sebuah warisan dari masa lalu dapat terus hidup dan berkembang, menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat modern.

Dengan keindahan alamnya dan sejarahnya yang kaya, Pemandian Lubuk Mata Kucing tetap menjadi destinasi yang menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah.

Kehadirannya tidak hanya sebagai tempat rekreasi semata, tetapi juga sebagai simbol dari keberlanjutan dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia.(*/mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *