Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
KeguruanSEKOLAH

MTs Muhammadiyah Tamiang Adakan Workshop IKM

232
×

MTs Muhammadiyah Tamiang Adakan Workshop IKM

Sebarkan artikel ini
Peserta pelatihan saat berintegrasi dengan narasumber.(ist)
Example 468x60

PASBAR, potretkita.id – Untuk menambah wawasan, pengalaman dan berbagi pemahaman terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka, Pesantren Mu’allimim Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading, Pasaman Barat mengadakan workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Workshop yang akan berlangsung sampai hari Kamis, 25 Januari 2024 itu, diikuti 50 orang guru pada dua satuan pendidikan, yaitu tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Sebagai narasumber pada kegiatan itu, Dr. Hj. Agusrida, M.Pd dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang.

Workshop dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Pasbae, diwakili Pengawas Madrasah Mustafa. sekaligus pemateri pada workshop yang diikuti guru dan tenaga non kependidikan di madrasah itu.

Pimpinan Ponpes Mu’allimim Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading Ahmad Mulis menjelaskan, IKM merupakan kurikulum yang terkenal sebagai pembelajaran yang memiliki kurikulum beragam, dengan lebih mengoptimalkan materi atau konten antara guru sebagai fasilitator dengan peserta didik.

READ  Masjid Raya Ophir Gelar Pawai Obor

Sekolah dan lembaga pendidikan pelaksana, memiliki tugas membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, sekolah akan diminta untuk mendukung sumber daya yang tersedia. Salah satunya adalah menawarkan berbagai kursus pelatihan untuk guru.

Selama IKM dijadikan sebagai acuan untuk melaksanakan proses pembelajaran, setiap guru harus memiliki keleluasaan untuk memilih dari berbagai perangkat pendidikan. Dengan demikian, proses pembelajaran di kelas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa.

Mustafa menyampaikan, kurikulum ini menjadi pilihan bagi seluruh satuan pendidikan yang merupakan satuan pendidikan, dalam proses akuisisi data yang bersedia menerapkan kurikulum pembelajaran mandiri.

Melalui kegiatan ini, katganya, harus sinergitas dan komitmen bersama antar sesama pendidik, tenaga non kependidikan bersama orangtua siswa. Sehingga IKM bisa dilaksanakan dengan baik dan maksimal antara guru bersama para siswa di kelas masing-masing. (gmz)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *