Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PendidikanSEKOLAH

Gubernur Ingatkan Banyak Hal Saat Melantik Kepala Sekolah

124
×

Gubernur Ingatkan Banyak Hal Saat Melantik Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, saat melantik kepala SMA dan SMK se-Sumbar.(humas)
Example 468x60

PADANG, potretkita.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan banyak hal kepada kepala sekolah, khususnya yang dilantik pada Senin (15/1/2024).

“Saudara sekalian adalah koordinator atau pemimpin, dalam upaya mencetak generasi emas untuk masa depan bangsa. Agar bangsa ini lebih dihormati di masa yang akan datang, dan visi Indonesia sebagai satu dari empat negara besar di dunia dapat terwujud sesuai harapan bersama,” ujar gubernur, saat melantik 42 kepala SMA/SMK, di Auditorium Istana Gubernur Sumbar.

Menurutnya, kepala sekolah untuk tidak hanya memimpin upaya pencapaian prestasi di sekolah, tetapi juga harus mengatasi berbagai persoalan, yang dapat menghambat perkembangan para pelajar untuk sukses menjadi pemimpin di masa depan.

READ  Gubernur Kunjungi Pesantren yang Terbakar

“Hal-hal yang akan mengganggu, seperti masalah kedisiplinan, harus diurus dengan lebih fokus. Seperti masalah tawuran yang masih dilakukan sebagian pelajar di Kota Padang. Itu harus segera diselesaikan. Jangan sampai terjadi lagi,” katanya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan @Humas.Sumbar, diakses pada Selasa (16/1) sore,

Buya Mahyeldi meegaskan, kepsek berperan penting dalam mempersiapkan generasi muda, yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

Untuk saudara sekalian pahami, tegasnya, Sumbar pada 2023 menjadi satu dari enam provinsi terbaik dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), di mana salah satu komponen penilaiannya adalah pendidikan, di samping juga kesehatan.

Meski demikian, ujarnya, kepala sekolah tetap harus meningkatkan capaian yang telah diraih pada tahun sebelumnya.

READ  PBK di Tanah Datar Sediakan Lima Paket Pelatihan

Namun, menurut gubernur, patut dipahami, peningkatan capaian tersebut bukan semata-mata soal pemeringkatan dan prestasi, melainkan sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab dalam jabatan.

“Meningkatkan prestasi adalah bentuk tanggung jawab kita kepada bangsa dan negara ini. Sebab, capaian IPM juga bagian dari tolok ukur peningkatan kualitas anak bangsa, yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” ucapnya.(adpsb/mus)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *